Peningkatan Pengetahuan Pemanfaatan Tanaman Obat Daun Sirih (Piper Betle) Pada Masyarakat Suku Osing Kabupaten Banyuwangi

Authors

  • Khrisna Agung Cendekiawan Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas dr. Soebandi Jember, Indonesia
  • Nafisah Isnawati Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas dr. Soebandi Jember
  • Shinta Mayasari Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas dr. Soebandi Jember
  • Neny Poerwahyuningrum Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas dr. Soebandi Jember
  • Firdha Aprillia Wardhani Fakultas Farmasi, Universitas Jember, Indonesia
  • Dea Maulidi Saputri Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.51805/jpmm.v6i1.218

Keywords:

Tanaman obat, Daun Sirih hijau, teh herbal

Abstract

Pulau Jawa merupakan “pulau yang kaya keanekaragaman hayati. Obat tradisional pada etnis Suku Osing umumnya masih dalam bentuk yang sederhana. Bahan baku yang diambil dari alam setelah dibersihkan biasanya langsung digunakan dalam bentuk segar dengan cara direndam atau direbus, kemudian diminum, diolah dengan cara dihaluskan dan ditumbuk/dipanaskan dalam bungkusan daun. Pengetahuan dan pemanfaatan tanaman obat masih minim, terutama dalam pengolahannya menjadi sediaan yang efektif dan efisien agar mudah digunakan. Sirih hijau (Piper betle) merupakan tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional terutama pada bagian daunnya. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan warga tentang khasiat tanaman sirih hijau sekaligus mendorong warga memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk menanam tanaman tersebut sebagai tanaman obat keluarga serta dapat mengolah simplisia sirih hijau sebagai teh herbal untuk digunakan sebagai minuman berkhasiat obat. Metode yang digunakan adalah sosialisasi, edukasi materi tentang daun sirih hijau, dan pelatihan pembuatan teh herbal. Edukasi dilakukan dengan mengukur tingkat pengetahuan menggunakan kuesioner yang dibagikan sebelum (pretest) dan sesudah (post-test) pemberian materi. Hasil pretest menunjukkan bahwa pengetahuan dan minat warga untuk membudidayakan tanaman sirih hijau masih kurang. Namun, hasil post-test menunjukkan bahwa pengetahuan mereka menjadi meningkat. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan warga tentang tanaman berkhasiat obat daun sirih hijau (Piper betle).”

References

Fajri, S. (2014). "Pembuatan Teh Daun Sirih hijau (Piper betle L) Menggunakan Beberapa Metode Pengolahan (Doctoral dissertation, Universitas Andalas).

Handayani, F., Sundu, R., & Sari, R. M. (2017). Formulasi dan uji aktivitas antibakteri Streptococcus mutans dari sediaan mouthwash ekstrak daun sirih hijau (Piper betle L.). Jurnal Sains dan Kesehatan, 1(8).

Muhtadi. 2008. Sosialisasi dan Pemanfaatan Pengobatan Alternatif (Herbal, Akupuntur & Akupresur) dalam Penanganan Penyakit di Perum Pensiunan Auri Panasan Baru, Desangesrep, Kecamatan Ngemplak-Boyolali. Journal Terbitan Berkala Imiah – Warta. Vol 11, No. 1, hal. 45-54.

Noorcahyati. 2012. Tumbuhan Berkhasiat Obat Etnis Asli Jawa. Balai Penelitian Teknologi Konservasi Sumber Daya Alam. Balikpapan Jawa Timur. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan – Kementerian Kehutanan.

Purwandari, Ratna, Sidiq Subagiyo, and Teguh Wibowo. "Uji aktivitas antioksidan ekstrak daun Sirih hijau." Walisongo Journal of Chemistry 1.2 (2018): 66-71.

Qonita, N., Susilowati, S. S., & Riyandini, D. (2019). Uji aktivitas antibakteri ekstrak daun Sirih hijau (Piper betle L.) terhadap bakteri escherichia coli dan Vibrio cholerae. Acta Pharm Indo, 7(2), 51-57.

Sari, R. W., & Anggraeny, R. (2021). Formulasi Sediaan Lulur (Body Scrub) Ekstrak Daun Sirih hijau (Piper betle Linn) Sebagai Anti Oksida. Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan, 4(3), 419-424.

Sugiarti, L., Susiloningrum, D., & Janah, S. N. (2019). Edukasi Penyakit Diare Dan Pembuatan Teh Daun Sirih hijau Didesa Jepang Kudus. Jurnal Pengabdian Kesehatan, 2(1).

WIDYANTORO, W. (2011). PENGARUH FORMULASI TEH DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle) SEBAGAI CAMPURAN TEH TERHADAP ZONA DAYA HAMBAT MIKROBIA ANTIDIARE Shigella dysenteriae (Doctoral dissertation, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta).

Wicaksono, I. B., & Ulfah, M. (2017). Uji aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak etanol daun sirsak (annona muricata l.) dan daun Sirih hijau (Piper betle l.) dengan metode DPPH (2, 2-difenil-1-pikrilhidrazil). Jurnal Inovasi Teknik Kimia, 2(1)."

Karyati, K., Syafrudin, M., Widiati, K. Y., Karmini, K., Parapat, N. V., & Nuraisyiyah, R. A. P. (2023). Pengetahuan Masyarakat Tentang Tanaman Hias Bonsai Kelapa di Kelurahan Bukit Biru Kabupaten Kutai Kartanegara. Jurnal Pengabdian Masyarakat Madani (JPMM), 3(1), 37-44.

Ungu, N. K. (2022). Pembuatan Taman Edukasi Toga (Tanaman Obat Keluarga) Di Desa Larangankulon Kecamatan Mojotengah Kabupaten Wonosobo. Jurnal Pengabdian Masyarakat Madani.

Downloads

Published

2026-04-12

How to Cite

Cendekiawan, K. A., Isnawati, N. ., Mayasari, S. ., Poerwahyuningrum, N. ., Wardhani, F. A. ., & Saputri, D. M. . (2026). Peningkatan Pengetahuan Pemanfaatan Tanaman Obat Daun Sirih (Piper Betle) Pada Masyarakat Suku Osing Kabupaten Banyuwangi. Jurnal Pengabdian Masyarakat Madani (JPMM), 6(1), 1–7. https://doi.org/10.51805/jpmm.v6i1.218