Penguatan Manajemen Kolaborasi Dan Jejaring Berbasis Pentahelix Pada Sentra Industri Kerajinan Perak Sukawati Kabupaten Gianyar

Authors

  • Ni Luh Yulyana Dewi Universitas Pendidikan Nasional
  • Ni Putu Ayu Sedani Universitas Pendidikan Nasional, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.51805/jpmm.v6i1.242

Keywords:

Collaborative Governance, Pentahelix, Ekonomi Kreatif, Kerajinan Perak, Jejaring Kolaborasi

Abstract

Industri kerajinan perak merupakan salah satu subsektor ekonomi kreatif yang memiliki kontribusi penting terhadap pengembangan ekonomi lokal, pelestarian budaya, dan penguatan sektor pariwisata di Bali. Sentra Industri Kerajinan Perak Sukawati di Kabupaten Gianyar menghadapi berbagai tantangan, antara lain keterbatasan akses pasar, lemahnya jejaring kemitraan, rendahnya integrasi dengan sektor pariwisata, serta belum optimalnya pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran produk. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penguatan tata kelola kolaboratif yang mampu menghubungkan berbagai aktor pembangunan dalam satu ekosistem yang berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas kolaborasi dan jejaring pelaku usaha kerajinan perak melalui pendekatan collaborative governance berbasis model pentahelix. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan tahapan stakeholder mapping, Focus Group Discussion (FGD), business matching, pendampingan jejaring, dan evaluasi program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pengrajin mengenai pentingnya kolaborasi lintas sektor, terbentuknya jejaring kemitraan dengan pelaku pariwisata dan marketplace digital, serta meningkatnya peluang akses pasar yang lebih luas. Model pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat, dan media terbukti mampu memperkuat pengembangan industri kreatif berbasis budaya lokal. Program ini berkontribusi terhadap pencapaian SDGs 8, SDGs 9, SDGs 11, dan SDGs 17 serta mendukung implementasi nilai-nilai Tri Hita Karana dalam pembangunan ekonomi lokal berkelanjutan.

References

Ansell, C., & Torfing, J. (2021). Public Governance as Co-Creation. Oxford University Press.

Asian Development Bank. (2024). Creative Economy and SME Development in Asia and the Pacific. Manila: ADB.

Bryson, J. M., Crosby, B. C., & Stone, M. M. (2022). Designing and implementing cross-sector collaborations. Public Administration Review, 82(6), 1120–1135.

Emerson, K., & Nabatchi, T. (2023). Collaborative Governance Regimes. Washington DC: Georgetown University Press.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. (2024). Laporan Pengembangan Ekonomi Kreatif Indonesia 2024. Jakarta.

OECD. (2024). The Future of Local Development and Creative Economies. Paris: OECD Publishing.

Provan, K. G., & Kenis, P. (2023). Network governance revisited. Journal of Public Administration Research and Theory, 33(2), 245–260.

Sancino, A., Sicilia, M., & Nabatchi, T. (2023). Public value co-creation and citizen participation. Public Management Review, 25(8), 1453–1472.

Torfing, J., Sørensen, E., & Røiseland, A. (2023). Collaborative innovation in the public sector. Public Management Review, 25(4), 567–586.

UN-Habitat. (2024). Sustainable Local Economic Development Report. Nairobi.

UN Tourism. (2024). Tourism and Creative Industries for Sustainable Development. Madrid.

World Bank. (2024). Local Economic Development and Cultural Industries. Washington DC.

Downloads

Published

2026-06-15

How to Cite

Yulyana Dewi, N. L., & Sedani, N. P. A. . (2026). Penguatan Manajemen Kolaborasi Dan Jejaring Berbasis Pentahelix Pada Sentra Industri Kerajinan Perak Sukawati Kabupaten Gianyar. Jurnal Pengabdian Masyarakat Madani (JPMM), 6(1), 181–188. https://doi.org/10.51805/jpmm.v6i1.242