Membangun Ketahanan Keluarga Menuju Society 5.0 Melalui Penguatan Literasi Keuangan Dan Relasi Harmonis
DOI:
https://doi.org/10.51805/jpmm.v6i1.244Keywords:
ketahanan keluarga, literasi keuangan, relasi harmonis, Society 5.0, capacity buildingAbstract
Perkembangan teknologi digital telah mengubah berbagai aspek kehidupan keluarga, termasuk pola komunikasi, perilaku konsumsi, serta pengelolaan keuangan rumah tangga. Kemudahan akses media sosial, e-commerce, dan layanan keuangan digital memberikan berbagai peluang sekaligus tantangan yang berpotensi mempengaruhi ketahanan keluarga. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membangun ketahanan keluarga menuju Society 5.0 melalui penguatan literasi keuangan dan relasi harmonis pada masyarakat binaan KUA Kecamatan Mandai Kabupaten Maros. Metode yang digunakan berupa capacity building melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, refleksi, dan survei partisipatif menggunakan Google Form. Kegiatan melibatkan 50 peserta, kemudian yang mengisi google form sebanyak 21 peserta yang didominasi oleh perempuan dengan presentase (88,9%) dan ibu rumah tangga (61,1%). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memiliki tingkat literasi keuangan yang baik dengan skor rata-rata 3,81, relasi harmonis sebesar 3,87, dan ketahanan keluarga sebesar 3,99 pada skala lima poin. Temuan ini menunjukkan bahwa peserta memiliki modal sosial, emosional, dan spiritual yang cukup kuat dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan keluarga di era digital. Selain meningkatkan pemahaman peserta mengenai pengelolaan keuangan keluarga dan komunikasi yang sehat, kegiatan ini juga memperkuat kesadaran tentang pentingnya kolaborasi antara aspek ekonomi dan relasi keluarga dalam membangun ketahanan keluarga. Dengan demikian, capacity building yang mengintegrasikan literasi keuangan dan relasi harmonis terbukti relevan sebagai strategi pemberdayaan masyarakat dalam mendukung terwujudnya keluarga yang tangguh dan adaptif menuju Society 5.0.
References
Chambers, R. (2012). Participatory Workshops: A Sourcebook of 21 Sets of Ideas and Activities.
Taylor and Francis.
Digital 2024: Indonesia—DataReportal – Global Digital Insights. (n.d.). Retrieved June 16, 2026, from https://datareportal.com/reports/digital-2024-indonesia
Family Communication: Cohesion and Change | Request PDF. (n.d.). Retrieved June 16, 2026, from https://www.researchgate.net/publication/349859116_Family_Communication_Cohesio n_and_Change Hitachi-UTokyo Laboratory(H-UTokyo Lab.) (Ed.). (2020). Society 5.0: A People-centric Super-smart
Society. Springer Singapore. https://doi.org/10.1007/978-981-15-2989-4
Koerner, A. F., & Fitzpatrick, M. A. (2006). Family Communication Patterns Theory: A Social Cognitive Approach. In D. Braithwaite & L. Baxter, Engaging Theories in Family Communication: Multiple Perspectives (pp. 50–65). SAGE Publications, Inc. https://doi.org/10.4135/9781452204420.n4
Lusardi, A., & Mitchell, O. S. (2014). The Economic Importance of Financial Literacy: Theory and
Evidence. Journal of Economic Literature, 52(1), 5–44. https://doi.org/10.1257/jel.52.1.5
OECD. (2020, June 24). OECD/INFE 2020 International Survey of Adult Financial Literacy. OECD Publishing. OECD. https://doi.org/10.1787/145f5607-en
Walsh, F. (2016) Strengthening Family Resilience. 3rd Edition, Guilford Press, New York. - References—Scientific Research Publishing. (n.d.). Retrieved June 16, 2026, from https://www.scirp.org/reference/referencespapers?referenceid=2484378
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Herlinah Herlinah, Mashur Razak, Muhammad Fauzi Razak

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Jurnal Pengabdian Masyarakat Madani (JPMM) by LPPM STEBIS Bina Mandiri, Bogor, Jawa Barat, Indonesia is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
You are free to:
- Share — copy and redistribute the material in any medium or format
- Adapt — remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially.
Under the following terms:
-
Attribution — You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
- No additional restrictions — You may not apply legal terms or technological measures that legally restrict others from doing anything the license permits.


