Optimalisasi Media Komunikasi Visual Untuk Meningkatkan Pemahaman Tentang Stunting Di Posyandu
DOI:
https://doi.org/10.51805/jpmm.v6i1.246Keywords:
media komunikasi visual, stunting; posyandu, sosialisasi_kesehatanAbstract
Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang memerlukan upaya edukasi berkelanjutan di tingkat komunitas, khususnya melalui kegiatan Posyandu. Permasalahan yang sering dijumpai adalah penyampaian informasi yang masih didominasi komunikasi verbal tanpa dukungan media visual yang terstruktur, sehingga berpotensi menurunkan pemahaman masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan peran sosialisasi stunting melalui pemanfaatan media komunikasi visual di Posyandu Desa Dauh Puri Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali. Metode pelaksanaan meliputi observasi awal, koordinasi dengan kader Posyandu, penyusunan materi edukasi, perancangan media visual berupa leaflet, pelaksanaan sosialisasi, serta evaluasi secara observasional. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan media komunikasi visual mampu meningkatkan perhatian, partisipasi, dan pemahaman ibu hamil serta orang tua balita terhadap pengertian, penyebab, dampak, dan pencegahan stunting. Media leaflet juga berfungsi sebagai penguat pesan karena dapat dibaca ulang di rumah. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa media komunikasi visual berperan penting dalam mendukung peran komunikasi kesehatan di Posyandu dan berpotensi dikembangkan sebagai strategi edukasi berkelanjutan di masyarakat.
References
Ernawati, A. (2022). Media promosi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang stunting. Jurnal Litbang, 18(2), 139–152.
Effendy, O. U. (2009). Ilmu komunikasi: Teori dan praktik. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Fadillah, M. I., & Adnan, I. Z. (2024). Optimalisasi peran kader posyandu dalam upaya pencegahan stunting di Desa Pamekarsari. Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 6(1), 72–82. https://doi.org/10.24036/abdi.v6i1.556
Fitriani, P., Setioko, S., Yusuf, M., Putri, H. W., Setiani, A., Delvina, E., & Catrina, L.
(2023). Peran Posyandu sebagai pelayanan dasar kesehatan dan pemberdayaan masyarakat di Desa Jaya Asri. BATIK: Jurnal Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Multikultural, 1, 138–143.
Kazanskaia, A. N. (2025). Designing impactful presentations for advocacy communication. NEYA Global Journal of Non-Profit Studies, 3, 1–5. https://doi.org/10.64357/neya-gjnps-presentations-2025
Kurniawan, A. (2024). Konvergensi komunikasi dan inovasi sebagai modal sosial
penanganan stunting. Ettisal: Journal of
Communication, 8(2). https://doi.org/10.21111/ejoc.v8i2.10741
Lestari, E., Siregar, A., Hidayat, A. K., & Yusuf, A. A. (2024). Stunting and its association with education and cognitive outcomes in adulthood: A longitudinal study in Indonesia. PLoS ONE, 19(5), 1–18.
https://doi.org/10.1371/journal.pone.0295380
Manalor, L. L., Bakoil, M. B., Nursusilowaty, Loka, R. D., & Dawa, L. I. (2023). Pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan kader posyandu cegah stunting di Desa Oelnasi wilayah kerja Puskesmas Tarus. Acta Universitatis Agriculturae et Silviculturae Mendelianae Brunensis, 6(1), 1–11.
Mulyana, D. (2015). Ilmu komunikasi: Suatu pengantar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Nasution, H., Widia, A., Ritonga, A. N., Siregar, Z., & Fitri, R. I. (2025). The role of early detection of growth and development in identifying the impact of malnutrition and stunting in early childhood. Journal of Early Childhood Studies, 4(6), 213–219.
Notoatmodjo, S. (2018). Promosi kesehatan: Teori dan aplikasi. Jakarta: Rineka Cipta.
Ramadhanty, T., & Rokhaidah. (2021). Pengaruh edukasi kesehatan dengan media audiovisual terhadap pengetahuan ibu tentang stunting pada balita. Jurnal
Keperawatan Widya Gantari Indonesia, 5(2), 58–65. https://doi.org/10.52020/jkwgi.v5i2.3173
Siburian, U. D., & Ritonga, P. T. (2024). The effectiveness of health promotion using leaflet and poster media on mothers’ knowledge about stunting. Contagion:
Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health, 6(1), 752–
https://doi.org/10.30829/contagion.v6i1.20595
Unnisa, D. I., Ratnawati, R., Anshory, J., & Mardiana, N. (2023). Edukasi stunting melalui audiovisual dan leaflet meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu hamil. Jurnal Riset Gizi, 11(2), 80–85. https://doi.org/10.31983/jrg.v11i2.10382
Venia Oktafiani, S. D. Y., Yunita, K. S., Putra, H. F. T. S., Darmawan, I., Alam, P. F., & Octaviany, V. (2023). Pemberdayaan kader posyandu melalui penyuluhan stunting dan pelatihan penggunaan integrated solution for stunting di Desa Barangka. Community Development Journal, 7, 1–7.
Wijhati, E. R. (2022). Peningkatan kapasitas kader dalam pemanfaatan buku kesehatan ibu dan anak (KIA). Abdi Geomedisains, 2(2), 130–138. https://doi.org/10.23917/abdigeomedisains.v2i2.326
Yulita, A., Pratama, D., & Rahmawati, S. (2023). Strategi komunikasi digital dalam meningkatkan efektivitas pemasaran berbasis media sosial. Jurnal Komunikasi dan Media Digital, 5(2), 112–125.
Saputra, R., Wijaya, T., & Lestari, M. (2023). Pelatihan dan pendampingan pemasaran digital sebagai upaya peningkatan kapasitas UMKM. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), 45–58.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Putu Suparna, Shanessa Hana Pangemanan, Nuning Indah Pratiwi, Kadek Adyatna Wedananta, Putri Ekaresty Haes

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Jurnal Pengabdian Masyarakat Madani (JPMM) by LPPM STEBIS Bina Mandiri, Bogor, Jawa Barat, Indonesia is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
You are free to:
- Share — copy and redistribute the material in any medium or format
- Adapt — remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially.
Under the following terms:
-
Attribution — You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
- No additional restrictions — You may not apply legal terms or technological measures that legally restrict others from doing anything the license permits.


