Edukasi Etika Dasar Digital Sebagai Sarana Edukatif Dalam Pembentukan Karakter Siswa SD Negeri 8 Dauh Puri Denpasar

Authors

  • Dewa Ayu Shintya Gita Amrita Saraswati Universitas Pendidikan Nasional, Indonesia
  • Nyoman Sri Manik Parasari Universitas Pendidikan Nasional, Indonesia
  • I G.A Dessy Arlita Universitas Pendidikan Nasional, Indonesia
  • Wayan Sumariadhi Universitas Pendidikan Nasional, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.51805/jpmm.v6i1.255

Keywords:

ketahanan keluarga, literasi keuangan, relasi harmonis, Society 5.0, capacity building

Abstract

Perkembangan teknologi digital saat ini telah menjangkau seluruh lapisan usia, termasuk siswa di SD Negeri 8 Dauh Puri yang sangat aktif menggunakan gawai untuk menonton YouTube, WhatsApp, hingga bermain gim daring. Namun, kemudahan akses internet ini tidak dibarengi dengan pemahaman etika digital yang memadai, sehingga muncul permasalahan serius seperti perilaku impulsif di media sosial dan rendahnya kesadaran akan perlindungan privasi data pribadi. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menanamkan etika dasar digital sebagai sarana pembentukan karakter siswa agar lebih bijak, waspada, dan bertanggung jawab dalam beraktivitas daring. Metode pelaksanaan program dilakukan melalui pendekatan edukatif partisipatif dengan pemaparan materi visual serta kuis interaktif yang menarik. Siswa diberikan simulasi berbagai situasi nyata yang sering ditemui di internet, didukung dengan pengenalan formula karakter “B.I.J.A.K” (Berpikir, Izin, Jaga kata-kata, Aman dari hoaks, Konten positif). Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan perilaku yang signifikan pada siswa secara kolektif. Sebelum program dilaksanakan, siswa cenderung reaktif dalam menyebarkan informasi tanpa verifikasi dan menganggap berbagi kata sandi akun sebagai bentuk solidaritas pertemanan. Setelah mendapatkan edukasi, siswa mampu mengevaluasi risiko digital secara kritis dan berkomitmen menerapkan langkah “STOP-CEK-JANGAN SEBAR”. Antusiasme tinggi dan ketepatan siswa dalam menjawab setiap skenario kuis menjadi bukti nyata keberhasilan internalisasi nilai-nilai etika digital dalam membangun karakter generasi cerdas digital yang berintegritas.

References

Chambers, R. (2012). Participatory Workshops: A Sourcebook of 21 Sets of Ideas and Activities.

Taylor and Francis.

Digital 2024: Indonesia—DataReportal – Global Digital Insights. (n.d.). Retrieved June 16, 2026, from https://datareportal.com/reports/digital-2024-indonesia

Family Communication: Cohesion and Change | Request PDF. (n.d.). Retrieved June 16, 2026, from https://www.researchgate.net/publication/349859116_Family_Communication_Cohesio n_and_Change Hitachi-UTokyo Laboratory(H-UTokyo Lab.) (Ed.). (2020). Society 5.0: A People-centric Super-smart

Society. Springer Singapore. https://doi.org/10.1007/978-981-15-2989-4

Koerner, A. F., & Fitzpatrick, M. A. (2006). Family Communication Patterns Theory: A Social Cognitive Approach. In D. Braithwaite & L. Baxter, Engaging Theories in Family Communication: Multiple Perspectives (pp. 50–65). SAGE Publications, Inc. https://doi.org/10.4135/9781452204420.n4

Lusardi, A., & Mitchell, O. S. (2014). The Economic Importance of Financial Literacy: Theory and

Evidence. Journal of Economic Literature, 52(1), 5–44. https://doi.org/10.1257/jel.52.1.5

OECD. (2020, June 24). OECD/INFE 2020 International Survey of Adult Financial Literacy. OECD Publishing. OECD. https://doi.org/10.1787/145f5607-en

Walsh, F. (2016) Strengthening Family Resilience. 3rd Edition, Guilford Press, New York. - References—Scientific Research Publishing. (n.d.). Retrieved June 16, 2026, from https://www.scirp.org/reference/referencespapers?referenceid=2484378

Downloads

Published

2026-07-12

How to Cite

Saraswati, D. A. S. G. A. ., Parasari, N. S. M., Arlita, I. G. D. ., & Sumariadhi, W. . (2026). Edukasi Etika Dasar Digital Sebagai Sarana Edukatif Dalam Pembentukan Karakter Siswa SD Negeri 8 Dauh Puri Denpasar. Jurnal Pengabdian Masyarakat Madani (JPMM), 6(1), 209–215. https://doi.org/10.51805/jpmm.v6i1.255