Motivasi Pengembangan Literasi Anak di Sematang Borang

Authors

  • Neisya Universitas Bina Darma
  • Dwi Hurriyati Universitas Bina Darma
  • Fitria Aprilia Universitas Bina Darma
  • Cita Hikmah Yanti Universitas Bina Darma

DOI:

https://doi.org/10.51805/jpmm.v2i1.65

Keywords:

Motivasi Membaca, Rumah Baca, Konseling Literasi, Pengembangan Literasi

Abstract

Melalui survey CCSU tentang pemeringkatan literasi dapat disimpulkan bahwa motivasi membaca dan menulis masyarakat Indonesia masih berada di level yang sangat rendah.  Penyediaan rumah baca dapat menjadi upaya untuk menaikkan tingkat literasi masyarakat. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan sesi konseling literasi secara personal sehingga mampu melacak tingkat literasi anak di Sematang Borang sekaligus memberikan akses buku-buku di Rumah Baca Cinta Literasi. Metode yang digunakan adalah penyuluhan pemberian motivasi pengembangan diawali dengan penyebaran kuisioner tentang tingkat literasi, motivasi membaca, kebutuhan perpustakaan kepada peserta kegiatan pengabdian. Hasil kuisioner menunjukkan anak-anak lebih senang membaca buku fiksi namun intensitas waktu yang disediakan sangat rendah. Motivasi membaca anak pun sangat memprihatinkan. Selain itu anak merasa bahwa perpustakaan merupakan tempat yang lebih nyaman untuk membaca karena dapat membuat perhatian mereka terfokus. Kegiatan dilanjutkan dengan memberikan motivasi tentang pentingnya literasi keluarga seperti membiasakan anak untuk mengisi waktu luangnya dengan membaca. Tim memberikan motivasi dan deskripsi bagaimana menumbuhkan minat baca pada anak dan membuat kegiatan membaca menjadi sebuah rutinitas yang menyenangkan. Respon yang diberikan sangat positif, dengan bersemangatnya mereka membaca buku dan para orang tua pun antusias menanyakan bagaimana cara membacakan buku yang tepat untuk anak mereka sehingga membaca dapat menjadi kegiatan alternatif untuk mengisi waktu luang.

References

Arungbudoyo, W. (2018, May 17). Paling Rendah Se-Asia Tenggara, Peringkat Berapa Minat Baca Masyarakat Indonesia? https://lifestyle.okezone.com/read/2018/05/17/196/1899292/paling-rendah-se-asia-tenggara-peringkat-berapa-minat-baca-masyarakat-indonesia

Brewer, J. (2007). Introduction to early childhood education preschool primary grades sixth edition. New York: Pearson.

Haryadi, R. N. (2020). Pengaruh Pengaruh Kebiasaan Membaca Terhadap Kemampuan Berbicara Bahasa Inggris Sma Negeri 99 Jakarta. Jurnal Manajemen Bisnis dan Keuangan, 1(2), 14-30.

Icam Sutisna, & Laiya, S. W. (2021). Metode pengembangan kognitif anak usia dini. Gorontalo: UNG Press Gorontalo.

Meitasari, I. (2020). PKM Peningkatan Literasi untuk Anak dan Remaja Bojongsari, Depok. Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka.

Rahmawati, A., Kurniawan, I., & Artisa, R. A. (2020). Membangun Desa Melalui Budaya Literasi. SeTIA Mengabdi – Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 17–25.

Silaen, S. J. V. (2016). Penerapan Prinsip-Prinsip Community Development Dalam Pelaksanaan Program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera Di Kecamatan Medan Helvetia Kota Medan [Universitas Sumatera Utara]. https://repositori.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/17221/120902037.pdf?sequence=1&isAllowed=y.

Suharto, E. (2002, August 10). Metodologi Pengembangan Masyarakat. Pelatihan TKSM, Jakarta. http://www.policy.hu/suharto/modul_a/makindo_19.htm.

Published

2022-02-03

How to Cite

Neisya, Hurriyati, D., Aprilia, F., & Hikmah Yanti, C. (2022). Motivasi Pengembangan Literasi Anak di Sematang Borang. Jurnal Pengabdian Masyarakat Madani (JPMM), 2(1), 1–7. https://doi.org/10.51805/jpmm.v2i1.65